Teorema Bayes Adalah Teorema Tentang Peluang

Teorema Bayes Adalah Teorema Tentang Peluang

apa itu Teorema phytragoras, tuliskan rumus Teorema phytragoras segitigaini quizz ya​

Daftar Isi

1. apa itu Teorema phytragoras, tuliskan rumus Teorema phytragoras segitigaini quizz ya​


Jawaban:

Dalam matematika, teorema Pythagorean, juga dikenal sebagai teorema Pythagoras, adalah hubungan mendasar dalam geometri Euclidean di antara tiga sisi segitiga siku-siku. Ini menyatakan bahwa luas kotak yang sisinya adalah sisi miring sama dengan jumlah area kotak di dua sisi lainnya.

Penjelasan dengan langkah-langkah:

Rumus teorema Phytagoras adalah AB² + AC² = BC². Dengan BC sisi miring pada segitiga siku - siku atau sisi dihadapan sudut siku - sikunya. Jadi rumus teorema Phytagoras adalah AB² + AC² = BC²


2. Apa perbedaan teorema Gauss dan Teorema Stokes?


JAWABANNYA:

Teorema gauss berguna untuk mentransformasikan integral permukkaan menjadi integral volume sedangkan teorema stokes berguna untuk mentrasformasikan integral permukaan menjadi integral garis


3. Pembuktian teorema limit fungsi (ada 5 teorema)


Secara intuitif, teorema ini dengan sederhana menyatakan bahwa jumlah perubahan infinitesimal suatu kuantitas terhadap waktu (atau terhadap kuantitas lainnya) akan menumpuk menjadi perubahan total kuantitas. Untuk memahami pernyataan ini, diberikan sebuah contoh: Misalkan sebuah partikel berpindah mengikuti garis lurus dengan posisinya diberikan sebagai x(t), dengan t adalah waktu dan x(t) berarti x adalah fungsi dari t. Turunan dari fungsi ini sama dengan perbuahan infinitesimal kuantitas, dx, per perubahan infinitesimal waktu, dt (tentu saja turunannya sendiri tergantung pada waktu). Didefinisikan pula perubahan jarak per perubahan waktu ini sebagai kecepatan v partikel.


Jika bilangan bulat positif, k konstanta, f dan g adalah fungsi yang mempunyai limit di c, maka: 《》 1. Nilai limit suatu fungsi konstanta sama dengan konstanta itu sendiri. 《》 2. Nilai limit suatu identitas sama dengan nilai pendekatan variabelnya. 《》 3. Limit hasil kali konstanta dengan fungsi sama dengan hasil kali konstanta dengan limit fungsi itu. 《》 4. Limit jumlah fungsi-fungsi sama dengan jumlah masing-masing limit fungsi. 《》 5. Limit selisih fungsi-fungsi sama dengan hasil kali masing-masing limit fungsi. 《》 6. Limit hasil kali fungsi-fungsi sama dengan hasil kali masing-masing limit fungsi. 《》 7. Limit hasil bagi fungsi-fungsi sama dengan hasil bagi masing-masing limit fungsi, dengan syarat limit penyebut tidak sama dengan nol. 《》 8. Limit fungsi pangkat n, sama dengan pangkat n dari limit fungsi itu. 《》 9. Limit akar pangkat n dari fungsi sama dengan akar pangkat n dari limit fungsi itu dengan syarat limit fungsi tersebut tidak negatif, untuk n bilangam genap.

4. setelah mempelajari teorema pythagoras dan kebalikan dari teorema tersebut, lantas bagaimana jika kita diberikan ukuran panjang tiga sisi suatu segitiga namun tidak memenuhi persamaan dari teorema Phytagoras? termasuk jenis segitiga yang bagaimana? apakah teorema Phytagoras bisa berlaku untuk semua jenis segitiga​


Jawaban:

Tidak semua berlaku untuk semua segitiga, misalnya untuk sejenis segitiga sembarang kita bisa memakai rumus Segitiga Heron

Lalu, selain menggunakan teorama Pythagoras kita juga bisa menggunakan rumus Trigonometri untuk mencari sisi-sisi segitiga bila diketahui sudut segitiga tersebut

Contoh, ada kasus dimana segitiga sama kaki yang miringnya adalah 5, dan alasnya adalah 8, maka kita tidak bisa menggunakan secara langsung teorama Pythagoras tersebut, tetapi kita bisa membagi dua segitiga sama kaki tersebut, sehingga segitiga sama kaki yang dibagi dua akan membentuk segitiga siku-siku,

Balik lagi ke contoh segitiga sama kaki, bila segitiga tersebut dibagi dua, otomatis segitiga tersebut hang terpotong hanyalah bagian alasnya, sehingga dengan terpotongnya alas segitiga tersebut, kita bisa menggunakan Teorema Pythagoras untuk mencari tinggi segitiga sama kaki tersebut

Tinggi Segitiga sama kaki = ✓Miring² - Alas² (alas yang sudah dibagi 2)

= √5²-4²

= √25-16

= √9

= 3

Jadi kesimpulannya, tidak semua segitiga bisa mrnggunakan teorema Pythagoras

==================================

Terima kasih! Jadikan jawaban yang terbaik ya!

Semoga bermanfaat

Materi : Teorema Pythagoras

Kelas : 8

==================================

By ICG 26


5. Tolong jelaskan kak rumus teorema pyhtagoras,teorema vieta,dan logaritma...


Untuk teorema pythagoras :

Menghitung segitiga siku-siku :

diatas <>

Untuk logaritma :

Rumus Persamaan Logaritma
Jika kita punya ^ a \ log f (x) = ^ a \ log g (x) maka dengan f (x) = g (x)

syarat-syarat a> 0, a \ ne 1, f (x)> 0, g (x)> 0

Pertidaksamaan logaritma

Jika kita punya ^ a \ log f (x)> ^ a \ log g (x) maka kita punya dua kondisi,

Pertama, saat a> 0 f (x)> g (x)

Maka Kedua, saat 0 <a <1 (a di antara 0 dan 1 contohnya ½, ¼, dst) maka f (x) <g (x).

Semoga membantu :)

6. QUIZ!!! 1. apa rumus dari teorema phytagoras!!2. siapa kah penemu teorema phytagoras!!​


Jawaban:

Rumus teorema pyhtagoras=sisi miring(sisi terpanjang siku-siku) sama dengan kuadrat sisi sisi lainnya

2.penemu phytagoras=namanya phytagoras

1.a2=c2-b2

b2=c2-a2

c2=a2+b2

2.Bapak Bilangan


7. Teorema pythagoras merupakan sebuah Teorema yang berhubungan Dengan segitiga?Ngasal Report pake cara​


Jawaban:

Teorema Pythagoras merupakan sebuah teorema yang berhubungan dengan segitiga siku-siku. Adapun sisi-sisi lain yang membentuk sudut siku-siku (sisi AB dan sisi BC) dinamakan sisi siku-siku.

Penjelasan dengan langkah-langkah:

semoga membantu

Jawaban:

teorema phythagoras adalah teorema yang berhubungan dengan segitiga siku siku. yaitu segitiga yang memiliki sudut 90°.

rumusnya adalah c²= a²+b². dengan syarat bahwa c adalah sisi terpanjang.


8. Teorema Phytagoras.cara menentukan Teorema Phytagoras yang segitiga nya bergabung


[tex]pr = \sqrt{12 {}^{2} + 9 {}^{2} } \\ = \sqrt{144 + 81} \\ = \sqrt{225} \\ = 15cm[/tex]

[tex]ps = \sqrt{15 {}^{2} + 8 {}^{2} } \\ = \sqrt{225 + 64} \\ = \sqrt{289} \\ = 17cm[/tex]

[tex]x + 14= \sqrt{25 {}^{2} - 7 {}^{2} } \\ x + 14 = \sqrt{625 - 49} \\ x + 14 = \sqrt{576} \\ x + 14= 24 \\ x = 24 - 14 \\ x = 10cm[/tex]

[tex]y = \sqrt{26 {}^{2} - 10 {}^{2} } \\ = \sqrt{ 676 - 100} \\ = \sqrt{576} \\ = 24cm[/tex]


9. Pertanyaan : A. Bila ada seorang yang menderita gejala gatal-gatal, demam. Tentukan penyakit yang diderita oleh orang tersebut menggunakan teorema bayes!!!! B. Bila beberapa hari kemudian muncul gejala lainnya yaitu muncul peradangan folikuler kecil & merah yang membesar. Tentukan penyakit yang diderita oleh orang tersebut menggunakan teorema bayes!


Jawaban:

a. bila ada seorang yg menderita gejal gatal gatal


10. Tolong sebutkan Teorema Teorema tentang geometri yang kamu tau, minimal 3 atau 5 Teorema beserta contoh penggunaannya, selain phytagoras dan teorema heron.yang paling banyak dapet BA​


Jawab:

Penjelasan dengan langkah-langkah:

1. Invers pitagoras (versi kedua pitagoras dimana pangkat nya negatif) :

[tex]t^{-2}= a^{-2}+b^{-2} \\\text{t = tinggi segitiga dari titik dimana di depan titik itu adalah sudut siku-siku}[/tex]

contoh penggunaan : mencari jarak titik ke garis di dimensi tiga

2. Teorema Sinus Kosinus

Sinus :

[tex]\textbf{\Huge{Eq}}\limits_{k=1}^3 \;\; \dfrac{s_k}{\sin(\sum_k)} \; ,\; s_{k} = \{a,b,c\},\; \sum_k = \{\alpha, \beta, \gamma \} \\\\ \text{atau secara umum ditulis sebagai : }\\\\ \dfrac{a}{\sin(\alpha)} = \dfrac{b}{\sin(\beta)}=\dfrac{c}{\sin(\gamma)}[/tex]

Cosinus :

[tex]\textbf{\large{$\boldsymbol{s_{k}^2 = s_l^2 + s_m^2 - 2\cdot s_l\cdot s_m\cdot \cos(\sum_k),}$}}\\ (k,l,m) = \{\text{Permutasi(1,2,3)}\}\to s_{(k,l,m)} = \{\text{Permutasi(a,b,c)}\}\\\sum_k = \{ \text{Permutasi($\sum_1,\sum_2,\sum_3$)} \} = \{\text{Permutasi($\alpha,\beta,\gamma$)}\}[/tex]

atau secara umum ditulis sebagai :

[tex]a^2 = b^2+c^2 - 2\cdot b\cdot c\cdot\cos(\alpha)\\\\b^2 = a^2+c^2 - 2\cdot a\cdot c\cdot\cos(\beta)\\\\c^2 = a^2+b^2 - 2\cdot a\cdot b\cdot\cos(\gamma)\\\\[/tex]

Contoh penggunaan nya : mencari sudut antara garis dengan bidang (3 dimensi)

3. Rumus Euler untuk Polihedra (bidang ruang 3 dimensi yang tak berkurva)

V+F = E+2 => V = jumlah titik sudut polihedra, F = jumlah bidang sisi di polihedra, E = jumlah sisi polihedra

Contoh penggunaan : menentukan apakah suatu graf planar atau bukan (graf planar adalah graf yang sisi nya hanya berpotongan di titik ujungnya tanpa memiliki titik potong dengan sisi graf yang lain)

4. Rumus Eksponensial Bilangan Kompleks Euler

[tex]e^{\textstyle i\cdot \theta} = \cos(\theta)+i\sin(\theta)[/tex]

rumus ini mengubah fungsi trigonometri yang lebih condong ke geometri menjadi lebih analitik (bersifat aljabarik).

Penyokongnya yaitu teorema De Moivre :

[tex]e^{\textstyle i\cdot (n\theta)} = (\cos(\theta)+i\sin(\theta))^n=\cos(n\theta)+i\sin(n\theta)[/tex]

Contoh penggunaan : Evaluasi Integral, Pencarian/pembuktian Identitas trigonometri, dan masih banyak yang lainnya

5. Dot Product dan Cross Product

[tex]\bold{a}\cdot \bold{b} = |\bold{a}|\cdot |\bold{b}|\cdot \cos(\theta)\\\\\| \bold{a}\times \bold{b}\| = |\bold{a}|\cdot |\bold{b}|\cdot \sin(\theta)\\\\[/tex]

Penggunaan : mencari sudut, mencari jarak antara 2 garis bersilangan (3 dimensi), dll

Jawaban:

[tex] \sf \color{ff0000}{j} \color{ff4000}{a}\color{ff8000}{w}\color{ffc000}{a}\color{ffff00}{b}\color{c0ff00}{a}\color{80ff00}{n} \: \color{40ff00}{d}\color{00ff00}{a}\color{00ff40}{r}\color{00ff80}{i} \: \color{00ffc0}{a} \color{00ffff}{r}\color{00c0ff}{i}\color{0080ff}{a}\color{0040ff}{m}\color{0000ff}{u}\color{4000ff}{h}\color{8000ff}{a}\color{c000ff}{m}\color{ff00ff}{m}\color{ff00c0}{a}\color{ff00a0}{d}\color{ff0080}{5}\color{ff0040}{8} \color{ff0000}{7}[/tex]

1. Intersecting Chords Theorem. Ini digunakan ketika kedua tali busur berpotongan di satu titik.

2. Teorema Menelaus. Ini digunakan ketika garis DF dan garis BC diperpanjang dan bertemu di titik E dimana terdapat ∆ABC, D berada di garis AB, dan F berada di garis CA.

3. Teorema Stewart. Ini digunakan ketika terdapat sebuah garis dari sebuah titik sudut segitiga yang membelah garis yang ada di seberangnya.

4. Inscribed Angle Theorem. Ini digunakan ketika terdapat sudut keliling ∠ACB dan sudut pusat ∠AOB dimana sudut keliling adalah sudut yang ketiga titik sudutnya berada di ujung lingkaran dan sudut pusat adalah sudut yang kedua titik sudutnya berada di ujung lingkaran dan titik sudut satunya berada di pusat lingkaran.

5. Intersecting Secant Theorem. Ini digunakan ketika kedua garis potong lingkaran berpotongan di satu titik.

Dan contoh penggunaan untuk nomor 1, 2, 3, dan 5 : Menentukan panjang garis yang tidak diketahui (tergantung kondisi)

Sedangkan untuk nomor 4 : Menentukan besar sudut yang tidak diketahui


11. Contoh soal teorema Bayes


Jawaban:

Contoh Soal

Suatu mata kuliah teori probabilitas diikuti oleh 50 mahasiswa tahun ke 1, 15 mahasiswa tahun ke 2 dan 10 mahasiswa tahun ke 3. Diketauhi mahasiswa yang mendapatkan nilai A adalah 10 orang dari mahsiswa tahun ke 1, 8 orang dari mahasiswa tahun ke 2 dan 5 orang mahasiswa tahun ke 3. Bila seorang mahasiswa dipilih secara acak ,berapakah peluang dia:

a. Mendapatkan nilai A

b. Mahasiswa tahun ke 1 bila diketauhi dia mendapatkan A

Diketahui

1. Jumlah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah teori proababilitas adalah 75 orang

2. P(M1), atau peluang mahasiswa adalah mahasiswa tahun ke-1 yaitu 50/75

3. P(M2), atau peluang mahasiswa adalah mahasiswa tahun ke-2 yaitu 15/75

4. P(M3), atau peluang mahasiswa adalah mahasiswa tahun ke-3 yaitu 10/75

5. P(A|M1) atau peluang mahasiswa tahun ke-1 yang mendapatkan nilai A sebesa 10/50

6. P(A|M2) atau peluang mahasiswa tahun ke-2 yang mendapatkan nulai A yaitu 8/15

7. P(A|M3) atau peluang mahasiswa tahun ke-3 yang mendapatkan nulai A yaitu 5/10

a. P(A)= ∑ P(Mi)xP(A|Mi)

= (P(M1)xP(A|M1) + P(M2)xP(A|M2) + P(M3)xP(A|M3))

=(50/75X10/50 + 15/75X8/15 + 10/75X5/10)

=23/75

b. Mahasiswa tahun ke 1 bila diketauhi dia mendapatkan A

P(M1|A) = (P(M1) x P(A|M1))/P(A)

=(50/75 x 10/50)/(23/75)

=10/23


12. jika probabilitas sinyal dengen syarat yang dikirimkan benar pada sisi penerima A1 dan A2 dengan menggunakan teorema bayes


Jawaban:

sesuai tindak lanjut sisi penerima A1 maka teorema yang dikirim pasti benar jika tidak ditindak lanjut maka tidak sesuai teoremanya


13. teorema-teorema limit apa2 saja ya??


Teorema 1 : 
Barisan bilangan real yang konvergen adalah barisan terbatas. 

Teorema 2 : 
(a) X = (xn) dan Y = (yn) marupakan barisan‐barisan bilangan real yang masing‐masing konvergen ke x dan y. c ∈ R.              Maka akan diperoleh barisan‐barisan :  1) X + Y konvergen ke x + y 2) X – Y konvergen ke x ‐ y 3) XY konvergen ke xy 4) cX konvergen ke cx (b) Jika X = (xn) konvergen ke x dan Z = (zn) barisan bilangan real tidak nol yang konvergen ke z, dan z ≠ 0, maka  ௑௓ konvergen ke ௫௭

Teorema 3 :
 Jika X = (xn) adalah barisan bilangan real yang konvergen, dan xn ≥ 0, ∀n∈N,maka  x = lim(xn) ≥ 0 

Teorema.4 :
 Jika X = (xn) dan Y = (yn) barisan‐barisan bilangan real yang konvergen dan jika xn ≤ yn, ∀n∈N , maka lim(xn) ≤ lim(yn) 

cuman i

14. BUATLAH SOAL-SOAL TERAPAN TENTANG TEOREMA BAYES SEBANYAK 5 SOAL​


Jawaban:

Pada penyakit yang diderita oleh 0,1% populasi penduduk terdapat sebuat alat uji dengan akurasi 99% mendeteksi penderita penyakit tersebut. Namun alat tersebut memiliki kemungkinan 0,5% false positive, yaitu salah mendeteksi orang tidak sakit namun dideteksi sakit. Jika seseorang dideteksi sakit oleh alat ini, sebenarnya berapa persen kemungkinan ia benar-benar sakit?

Penjelasan:

maap cuma 1


15. Tolong jelaskan teorema-teorema dasar dari kekongruenan dan berikan pembuktiannya.


Definisi dari kongruen :                 Misalkan a dan b adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan > 0                 maka     a º b (mod m)                 jika m habis membagi a - b teorema-teorema berikut : Misalkan m adalah bilangan bulat positif.                                 Jika a º b (mod m) dan c adalah sembarang          bilangan bulat, maka :                                 (i)            (a + c) º (b + c)(mod m)                                 (ii)           ac º bc (mod m)                                 (iii)          ap º bp(mod m)                                                 untuk suatu bilangan bulat tak negatif p Jika a º b (mod m) dan c º d (mod m),maka :                                 (i)            (a+c) º (b+d) (mod m)                                 (ii)           a c º bd (mod m)                   (Kekongruenan linear adalah kongruen yang berbentuk : ax º b (mod m) Dengan m adalah bilangan bulat positif, a dan b sembarang bilangan bulat, dan x adalah peubah. Bentuk kongruen linear berarti menentukan nilai-nilai x, yang memenuhi kokongruenan tersebut. ax º b (mod m) dapat ditulis dalam hubungan                 ax = b + km                 yang dapat disusun menjadi :  Definisi dari kongruen :                 Misalkan a dan b adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan > 0                 maka     a º b (mod m)                 jika m habis membagi a - b teorema-teorema berikut : Misalkan m adalah bilangan bulat positif.                                 Jika a º b (mod m) dan c adalah sembarang          bilangan bulat, maka :                                 (i)            (a + c) º (b + c)(mod m)                                 (ii)           ac º bc (mod m)                                 (iii)          ap º bp(mod m)                                                 untuk suatu bilangan bulat tak negatif p Jika a º b (mod m) dan c º d (mod m),maka :                                 (i)            (a+c) º (b+d) (mod m)                                 (ii)           a c º bd (mod m)                   (Kekongruenan linear adalah kongruen yang berbentuk : ax º b (mod m) Dengan m adalah bilangan bulat positif, a dan b sembarang bilangan bulat, dan x adalah peubah. Bentuk kongruen linear berarti menentukan nilai-nilai x, yang memenuhi kokongruenan tersebut. ax º b (mod m) dapat ditulis dalam hubungan                 ax = b + km     

16. Quiz : 1. Siapa Penemu Teorema Phytagoras?2. Apakah Teorema Phytagoras itu?3. Segitiga Apa yang Digunakan Dalam Teorema Phytagoras?4. Rumua Apakah Yang digunakan dalam Teorema Phytagoras?5. Sebutkan bilangan - bilangan yang ada dalam teorema PhytagorasPeraturan : No Copas Google​


Penemu Teorema Pythagoras :

Ahli ilmu matematikawan yang bernama Pythagoras, yang lahir pada 570 SM, Pulau Samos, Lonia.

Apakah Teorema Pythagoras itu :

Teorema pythagoras adalah salah satu cara yang biasanya digunakan untuk mencari panjang salah satu sisi dari sebuah segitiga siku-siku.

Segitiga apa yang digunakan dalam Teorema Pythagoras :

Segitiga siku-siku (sisi tegak, sisi miring, sisi alas).

Rumus apakah yang digunakan dalam Teorema Pythagoras :

[tex] \boxed{a = \sqrt{c^{2} - b^2}} [/tex][tex] \boxed{b = \sqrt{c^{2} - a^2}} [/tex][tex] \boxed{c = \sqrt{a^{2} + b^2}} [/tex]

Sebutkan bilangan-bilangan yang ada di Teorema Pythagoras :

Tipe 1 :

3, 4, 56, 8, 109, 12, 1512, 16, 20

Tipe 2 :

5, 12, 1310, 24, 2615, 36, 39

Tipe 3 :

7, 24, 2514, 28, 50

Tipe 4 :

8, 15, 1716, 30, 34

Pembahasan

Apa itu pythagoras ? Teorema pythagoras adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencari panjang salah satu sisi dari sebuah segitiga siku-siku.

Rumus-rumus pythagoras

[tex] \boxed{\bold{a = \sqrt{c^{2} - b^2}}} [/tex]

[tex] \boxed{\bold{b = \sqrt{c^{2} - a^2}}} [/tex]

[tex] \boxed{\bold{c = \sqrt{a^{2} + b^2}}} [/tex]

Dimana :

[tex] a [/tex] = Sisi alas[tex] b [/tex] = Sisi tegak[tex] c [/tex] = Sisi miring

Contoh soal

Sebuah segitiga memiliki sisi miring yang panjangnya 26 cm, dan sisi tegak segitiga memiliki panjang 10 cm. Berapa panjang sisi alas nya ?

Langkah penyelesaian

Diketahui :

[tex] c [/tex] = 26 cm [tex] b [/tex] = 10 cm

Ditanya :

[tex] a [/tex] = Sisi alas nya ?

Jawaban

[tex] a = \sqrt{c^{2} - b^2} [/tex]

[tex] a = \sqrt{26^{2} - 10^2} [/tex]

[tex] a = \sqrt{676 - 100} [/tex]

[tex] a = \sqrt{576} [/tex]

[tex] a = \boxed{\bold{24 \: cm}} [/tex]

Kesimpulan

Jadi, Panjang sisi alas nya adalah [tex] \boxed{\bold{24 \: cm}} [/tex].

Pelajari lebih lanjut :

1. Tidak boleh asal-asalan 2. Menggunakan cara dan langkah-langkah 3. Tidak b... https://brainly.co.id/tugas/30279388contoh soal dan https://brainly.co.id/tugas/1154628Panjang AD adalah....... https://brainly.co.id/tugas/30043858

Detail Jawaban

Kelas : 8

Mapel : Matematika

Bab : 4-Teorema Pythagoras

Kode Kategorisasi : 8.2.4

Kata Kunci : Sisi alas, Sisi tegak, dan Sisi miring.


17. Teorema-Teorema Limit Barisan.Kalkulus 1.30 POIN untuk anda.


ohazayakan aduh abdi poho deui eng aslina,suer abdi teu ngabohobg

18. teorema pythagoras[tex]teorema pythagoras [/tex]​


1. AC² = AB² + BC²

AC² = 8² +15²

AC² = 64 + 225

AC² = akar 289

AC² = 17 cm

2. PR² = CR² -CP²

PR² = 29² -20²

PR² = 841 - 400

PR² = akar 441

PR² = 21

--•SEMOGA DAPAT MEMBANTU!!•--

jadikan tercerdas ya kawan!


19. Tolong jelaskan kak rumus teorema pyhtagoras,teorema vieta,dan logaritma...


Untuk teorema pythagoras :

Menghitung segitiga siku-siku :

a² + b² = c²

[tex]a = \sqrt{ {c}^{2} - {b}^{2} } [/tex]
[tex]b = \sqrt{ {c}^{2} - {{a}^{2} } } [/tex]
[tex]c = \sqrt{ {a}^{2} - {b}^{2} } [/tex]


Untuk logaritma :

Rumus Persamaan Logaritma
Jika kita punya ^ a \ log f (x) = ^ a \ log g (x) maka dengan f (x) = g (x)

syarat-syarat a> 0, a \ ne 1, f (x)> 0, g (x)> 0

Pertidaksamaan logaritma

Jika kita punya ^ a \ log f (x)> ^ a \ log g (x) maka kita punya dua kondisi,

Pertama, saat a> 0 f (x)> g (x)

Maka Kedua, saat 0 <a <1 (a di antara 0 dan 1 contohnya ½, ¼, dst) maka f (x) <g (x).

Semoga membantu :)

20. . dalam matematika penalaran deduktif banyak digunakan berikut ini kecuali ..... * a. menyelesaikan perhitungan b. membuktikan teorema /rumus c. menyelesaikan masalah matematika d. menurunkan suatu teorema dari teorema -teorema lain trima kasih


Jawaban : (D.)

Kalo nggak salah utu siih..., maaf kalo salah...


Kategori matematika